Guru Ngajiku, Pak Man

Abdurrohman; kami lebih akrab memanggilnya Pak Man. Beliau guru mengaji di desaku, Sokorini. Dialah yang pertama mengajariku, dan anak-anak lain di desa, membaca alif-ba-tsa. Dari saya kecil hingga saat ini, ia luangkan waktu SETIAP HARI untuk mengajari anak-anak membaca AlQur’an di rumahnya. Tidak banyak orang yang mampu berbuat dg istikomah seperti itu.

Pak Man bukan orang kaya yang banyak hartanya. Untuk menghidupi keluarganya, beliau bekerja di sawah dan sering membantu orang-orang di desa yang membutuhkan tenaganya. Beliau tidak mencari uang dari kegiatannya mengajar.

Memang usianya sudah tidak lagi muda, tetapi jangan ragukan semangat belajarnya. Bapak dua anak ini, setiap pagi bersepeda ke Desa Cabean, sekitar 5km dari Sokorini, untuk belajar dan mengkaji kitab-kitab dari seorang kyai; guru spiritualnya yang juga luar biasa.

Beliau seorang yang menyenangkan. Setiap saya bertemu dengannya, banyak hal yang ia ceritakan; dari masalah sejarah, budaya hingga masalah tasawuf yang banyak memberi pencerahan akan hakekat kehidupan.

Cara Pak Man bercerita juga asik, tidak menggurui. Mungkin itu yang membuatnya dekat dengan beragam kelompok masyarkat; dari anak-anak hingga para sesepuh di desa.

Buatku, beliau adalah sosok GURU TELADAN. Guru yang TULUS MENGAJAR dan TERUS BELAJAR.

Sokorini, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *